Minggu, 18 Oktober 2009

Aki Motorku dan Ibu – Ibu Pembeli Kertas Bekas

Bulan agustus yang lalu aku pulang ke jakarta karena kuliahku lagi ada libur seminggu. Lumayan lah, apalagi udah berbulan – bulan aku gak pulang dan gak ketemu sama keluarga disana, terutama ibu. Selama aku di jakarta, motor aku titipin sama temanku yang gak mudik, daripada nanti kenapa – kenapa kalo gak dititipin.

Setelah seminggu disana, aku pulang ke jogja untuk nerusin kuliah lagi. Pas aku udah pulang dan pakai motorku, motornya gak bisa distarter dan lampu rifting juga nyalanya gak terang kayak biasanya. Ternyata akinya rusak dan udah gak bisa diperbaiki sehingga harus diganti sama yang baru. Aku tanya sama tukang bengkel berapa harga aki baru, dia bilang harganya Rp 95.000,-

Waah, aku lagi bokek neh karena kemarin habis dari jakarta dan disana juga kerjaannya ngabisin duit dengan sering jalan sama temen – temen. Mau minta uang ke orang tua dan kakak juga gak enak karena pengeluaran mereka bulan itu sangat banyak. Pusing banget aku, karena kalo akinya gak cepet – cepet diganti, bisa bahaya di jalanan dan juga kerusakan bisa menyebar ke bagian motor yang lain. Udah lah akhirnya aku pasrah, dan aku putuskan buat beli akinya nanti aja habis lebaran. Karena kalo lebaran kan aku pasti dapet sangu dari sodara – sodaraku dan sebagian uangnya akan aku belikan aki baru. Hehehehee..

Selang beberapa hari setelah aku berpusing – pusing ria dengan duit untuk beli aki baru, ada ibu – ibu yang kerjaannya beli kertas bekas datang ke kostanku untuk membeli kertas bekas yang aku punya. Ibunya sendiri pakaiannya lusuh, dan kayaknya dia datengin rumah satu persatu dengan jalan kaki. Kalo dilihat sih kasihan, tapi aku salut juga sama ibu – ibu itu karena dia mencari uang lewat usaha, bukan meminta – minta. Kebetulan juga aku punya setumpuk koran bekas yang gak banyak juga sih, cuma cukup menggangu keindahan kamarku yang mungil ini. Halah.

Y udah aku kasih aja tuh koran ke ibu itu, terus dengan tampang agak takut – takut tuh ibu – ibu bilang ke aku kalo harga koran yang aku punya cuma bisa dia hargain seharga Rp 1.600,- . Aku bilang aja gini, “gak usah dibayar Bu, korannya dibawa aja”. Keliatan banget tuh tampangnya seneng bukan kepalang sampai bilang “Alhamdulillah, matur nuwun Mbak”. Jadi ikutan seneng ngeliat tampang si ibu yang sumringah, padahal koranku juga gak seberapa.

Besok paginya setelah sahur, aku tidur lagi setelah shalat subuh. Maklum ngantuk dan ada kuliah juga jam 10an, jadi lumayan lah ada beberapa jam lagi buat tidur. Hehehee.. Jam 8an aku bangun buat siap – siap dan online (kayak kecanduan online nih aku), terus yah biasa kayak anak muda jaman sekarang, melek mata langsung pegang HP untuk ngecek ada telpon atau sms masuk gak. Eh ada sms dari salah satu omku yang ndut, bilang kayak gini, “Istriku yang cantik tadi transfer uang Rp 100.000 ke rekeningmu untuk beli aki. Di cek ya udah masuk atau belum”.

Wuuiihh, langsung deh aku seneng buanget ampe mata berbinar – binar riang (juh). Tanpa cuci muka dan menyepelekan kompi yang udah online, aku langsung ke ATM untuk ngecek uang apakah udah masuk atau belum. Asik – asik, ternyata uangnya udah masuk dan langsung aku ambil uangnya terus aku berencana untuk ke bengkel setelah pulang kuliah.

Rejeki yang aku dapet itu bener – bener gak di sangka – sangka, apalagi disaat aku lagi butuh uang untuk beli aki. Aku jadi mikir, apa yah yang membuat si Allah kasih uang secepat kilat gitu untuk membereskan masalahku. Hmm, apakah karena kejadian tempo hari sama si ibu – ibu pembeli kertas bekas yah?! Kan kataNya, kalau kita melakukan kebaikan, menolong orang dan bersedekah, maka Dia akan memberikan kita nikmat dan rejeki yang lebih besar dari itu.

Haah, aku jadi berterima kasih juga sama si ibu – ibu itu karena dia datang ke kostanku disaat aku ada dan disaat aku juga lagi ada koran bekas. Berkat dia aku jadi bisa melakukan kebaikan dan bisa bersedekah sehingga Allah kasih aku rejeki yang kayak gitu. Dan berkat itu juga, aku jadi semakin yakin sama kekuatan dari sedekah yang kita lakukan karena aku merasakan lagi secara langsung kejadiannya.

Alhamdulillah, Alhamdulillah. Haah, dunia itu emang indah yah. Makasih wahai ibu pembeli kertas bekas, dan terutama, makasih ya Allah atas pertolonganMu. Emang yah, Engkau yang paling keren dan paling baik.

Rabu, 07 Oktober 2009

Tuhan PASTI merespon tiap doa, keinginan dan permohonan kita. Apapun itu.

Sekarang jumlah manusia di bumi ada berapa yah? Data pasti cuma Tuhan yang tahu, tapi yang jelas jumlahnya ada miliaran lah. Dari jumlah yang miliaran itu, aku yakin seyakin yakinnya kalo gak ada satupun dari jumlah yang miliaran itu, yang gak pernah berdoa, yang gak pernah punya keinginan dan harapan. Bahkan yang atheis sekalipun.

Apa Tuhan gak pusing yah denger doa, keinginan dan harapan dari tiap kepala umat manusia? Baik itu yang ditujukan secara langsung kepada Dia, maupun yang "tidak secara langsung" ditujukan kepada Dia. Jawabannya so pasti gak lah. Tuhan kan Maha Kuasa, dengerin permintaan, doa, keinginan dan harapan umat manusia mah hal yang amaatt kecil.

Bahkan beragam permintaan, doa, keinginan dan harapan tersebut GAK ADA satupun yang gak direspon sama Dia. Percaya deh! Karena Dia itu maha Kuasa, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dan akan amat hina bagiNya kalau Dia tidak merespon tiap permintaan, doa, keinginan dan harapan dari umat manusia.

Nah, disini aku ingin menjelaskan dan menjabarkan respon kayak gimana sih yang Tuhan berikan kepada tiap permintaan, doa, keinginan dan harapan umat manusia. Menurut cara pandang dan analisisku loh. Tapi sebelumnya, aku ingin membagi ke dalam tiga jenis kategori permintaan, doa, keinginan dan harapan dari umat manusia.
  1. Doa yang baik dan memang baik buat si manusia itu sendiri
  2. Doa yang baik tapi belum tentu baik buat si manusia itu sendiri
  3. Doa yang buruk, yang isinya mencelakakan orang lain atau dirinya sendiri
Untuk kategori doa yang pertama, pasti banget Tuhan akan memberikan apa yang diminta oleh si manusia. Gak kurang, gak lebih. Persis seperti yang diminta sama si manusia tersebut! Karena Tuhan sendiri menganggap bahwa apa yang diminta oleh si manusia memang baik dan sesuai untuknya. Tapi ya gak mesti saat itu juga dikasih sama Dia, karena Tuhan kan masih perlu buat melakukan uji kelayakan kepada si manusia dan Dia akan merealisasikan apa yang diminta kalau waktunya emang udah tepat dan pas. Itulah respon yang diberikan olehNya untuk kategori yang pertama.

Kategori doa yang kedua ini maksudnya adalah, manusia memohon dan meminta kepada Tuhan sesuatu yang baik, yang dibutuhkan oleh si manusia dan manusia juga berpikir kalo sesuatu itu memang pas, cocok, dan baik untuknya. Tapi Tuhan beranggapan lain. Dia berpendapat bahwa sesuatu yang diminta itu tidak pas dan tidak cocok buat si manusia. Nah, respon yang diberikan oleh Tuhan adalah Dia akan memberikan apa yang paling pas, paling cocok, dan paling baik buat si manusia karena ia sangat tahu mana yang paling pas, paling cocok, dan yang paling baik buat manusia itu. Awalnya si manusia emang akan bernegative thinking sama Tuhan karena Dia tidak mengabulkan doa si manusia. Namun setelah beberapa lama si manusia merasakan efek positive dari sesuatu yang Tuhan kasih itu, baru deh mereka bersyukur dan nyadarin banget kalo apa yang udah dikasih ke dia itu sangat cocok dan pas buat dia.

Buat hal yang ketiga ini mungkin kita bertanya - tanya, kok ada doa yang gak baik?! Ya ada lah. Contohnya sumpah serapah, atau doa yang memang secara sadar ditujukan kepada Tuhan agar Tuhan mencelakakan orang lain atau kita sendiri (misalnya seseorang berdoa kepada Tuhan agar Dia segera mencabut nyawanya). ReaksiNya terhadap jenis doa yang satu ini adalah Dia akan menurunkan adzab, bencana dan kesusahan ampe tujuh turunan ke manusia. Hehe, BOHONG deh! Respon yang Tuhan lakukan adalah, dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, Dia akan mengajari, membimbing dan memberitahu si manusia kalau doanya itu salah. Dia juga akan memberikan ilmu kepada si manusia, ilmu yang dapat dijadikan bekal untuk kehidupan jiwa, hati dan pikiran yang lebih baik. Cuma ya itu, kadang bahkan sering, si manusia suka gak engeh sama respon dan rangsangan dari Tuhan. Mungkin mata hatinya yang udah mati kali yah.

Yang jelas, dari hal yang simple dan sederhana ini aja kalo kita buka mata hati dan pikiran kita, kita akan melihat BETAPA BESAR yang namanya cinta dan kasih sayangNya. Bahkan lafadz Basmallah, yang harus diucapkan oleh tiap insan saat akan melakukan sesuatu, isinya "Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang", bukannya "Dengan Nama Allah yang Maha Galak lagi Maha Kejam". Karena disitu memaknai, menggambarkan dan memberitahukan kepada manusia bahwa Dia itu SANGAT SANGAT SANGAT kasih dan sayang kepada makhlukNya.

So, berdoalah. Tapi lebih baik jika kita hanya berdoa yang positif, yang baik. Jangan takut, jangan cemas, dan ragu Dia hanya akan mendiamkanmu. Dia PASTI akan merespon permintaanmu. Yakinlah akan hal itu!




Jumat, 02 Oktober 2009

The Law of Forgiveness (Hukum Pemaafan)

Hukum pemaafan ini bekerja dengan energi atau frekuensi mengikhlaskan dan mencintai, karenanya energi pemaafan ini bisa menghapus semua energi negatif yang berasal dari keinginan untuk membalas dendam.

Energi pembalasan membuat seseorang berada pada frekuensi yang sangat rendah dan terjebak di sana.

Sementara memaafkan, melepaskan rasa marah yang terpendam serta mengikhlaskan sesuatu kejadian, termasuk yang negatif, akan mengangkat energi seseorang ke frekuensi tinggi yang akan menarik lebih banyak lagi kejadian menyenangkan dalam hidupnya.

Kelembutan terhadap sesama dan kemampuan memahami orang lain adalah buah dari hukum pemaafan dan kasih sayang ini.

Semua yang baik berasal dari pemaafan.

Kelangsungan hidup spesies manusia inipun tergantung dari kemampuan mereka memaafkan manusia lain.

Memaafkan adalah suatu bentuk keagungan jiwa. Pemaafan adalah bentuk kekuatan dari mereka yang paling kuat. Pemaafan membutuhkan kedalaman dan ketenangan jiwa.

Pemaafan dan kelembutan, tiadanya keinginan untuk membalas dan menghakimi manusia lain, adalah dua karakteristik mereka yang memiliki kebesaran jiwa, serta ketenangan yang bersumber dari cahaya ilahi, kebenaran dan kekuatan sejati.

Energi pemaafan mengikat dunia menjadi satu dan menghindarkannya dari tercerai berai.

Hukum pemaafan membantu manusia menikmati kehidupan yang penuh damai dan keharmonisan dengan siapapun dan apapun di sekitar mereka.

Diambil dari : www.suksestotal.com