Jumat, 02 Oktober 2009

The Law of Forgiveness (Hukum Pemaafan)

Hukum pemaafan ini bekerja dengan energi atau frekuensi mengikhlaskan dan mencintai, karenanya energi pemaafan ini bisa menghapus semua energi negatif yang berasal dari keinginan untuk membalas dendam.

Energi pembalasan membuat seseorang berada pada frekuensi yang sangat rendah dan terjebak di sana.

Sementara memaafkan, melepaskan rasa marah yang terpendam serta mengikhlaskan sesuatu kejadian, termasuk yang negatif, akan mengangkat energi seseorang ke frekuensi tinggi yang akan menarik lebih banyak lagi kejadian menyenangkan dalam hidupnya.

Kelembutan terhadap sesama dan kemampuan memahami orang lain adalah buah dari hukum pemaafan dan kasih sayang ini.

Semua yang baik berasal dari pemaafan.

Kelangsungan hidup spesies manusia inipun tergantung dari kemampuan mereka memaafkan manusia lain.

Memaafkan adalah suatu bentuk keagungan jiwa. Pemaafan adalah bentuk kekuatan dari mereka yang paling kuat. Pemaafan membutuhkan kedalaman dan ketenangan jiwa.

Pemaafan dan kelembutan, tiadanya keinginan untuk membalas dan menghakimi manusia lain, adalah dua karakteristik mereka yang memiliki kebesaran jiwa, serta ketenangan yang bersumber dari cahaya ilahi, kebenaran dan kekuatan sejati.

Energi pemaafan mengikat dunia menjadi satu dan menghindarkannya dari tercerai berai.

Hukum pemaafan membantu manusia menikmati kehidupan yang penuh damai dan keharmonisan dengan siapapun dan apapun di sekitar mereka.

Diambil dari : www.suksestotal.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar